Walikota Binjai : Ekonomi Kita Akan Tumbuh

PUBLISH pada Tanggal 05 Juni 2020

Di Posting Oleh: Administrator

Binjai (Diskominfo) Wali kota Binjai H.M.Idaham, SH.M.Si optimis ekonomi Kota Binjai tidak hanya sekedar bertahan, namun akan mampu tumbuh di era new normal. Soalnya meski kegiatan perekonomian menurun imbas pandemi Covid -19 kabar baiknya ada juga perbankan yang mencatat peningkatan jumlah penabung.

"Kita punya potensi untuk new normal , tinggal kita buat program yang tepat ", kata Idaham pada diskusi daring dengan para pimpinan lembaga keuangan yang ada di kota Binjai, seperti perbankan dan pegadaian, diruangan Binjai Command Center, Jum'at (05/06/2020).

Diskusi daring juga menghadirkan Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Ibrahim dan pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara, Syafrizal Helmi.

Idaham menekankan ada 3 jaring pengaman yang harus disiapkan di era new normal, yaitu jaring pengaman sosial, kesehatan dan ekonomi. Salah satu terobosan yang sedang dikerjakan adalah aplikasi Pajak Binjai (Pakjai), suatu marketplace baru yang diharapkan membantu agar kegiatan perekonomian tetap berjalan, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Idaham berharap diskusi ini bisa memotret kondisi ekonomi dan keuangan kota Binjai saat ini. Dan berdasarkan masukan tersebut akan disusun kebijakan yang tepat bagi Kota Binjai di era new normal.

Dalam diskusi tersebut, kalangan perbankan menyampaikan terjadinya penurunan transaksi dan meningkatnya jumlah nasabah yang minta restrukturisasi kredit. Adapun sektor usaha paling banyak terdampak pandemi Covid-19 utamanya adalah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, makanan dan jasa angkutan. Sedangkan Pegadaian juga mencatat peningkatan kredit macet.

"Kredit mikro macet, tapi gadai emas meningkat", kata pimpinan Pegadaian Binjai.

Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut Ibrahim, mengatakan kondisi perbankan secara umum saat ini lebih kuat dibanding saat krisis tahun 98. Tapi tetap harus waspada karena telah terjadi penurunan kredit modal kerja dan investasi.

"Ini beda dengan tahun 98 dimana UMKM justru jadi bumper, sekarang UMKM terdampak karena kendala social distancing", ujar Ibrahim.

Ditambahkannya nasabah harus mengajukan restrukturisasi kredit di Binjai jumlahnya juga cukup besar, yaitu 28,1%.

Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada Walikota Binjai yang telah mengadakan diskusi daring dengan para pemangku kebijakan sehingga pemerintah kota bisa mengambil kebijakan lebih tepat.

Publish by admin 144 Views



Komentar Anda


Berita Populer

GPR KOMINFO


Contact US



Lokasi



Copyright © 2018 Pemerintah Kota Binjai