WALIKOTA BINJAI MEMBUKA MANASIK HAJI KBIH JABAL ABI QUBAIS

Binjai untuk tahun 1434 H – 2013 M di Jl. Bengkulu Gg. Yaqien Rambung dalam.. Selain itu juga dilaksanakan Syukuran kembalinya Jama’ah Haji tahun 1433 H-2012 M. Walikota dalam sambutannya mengatakan bahwa Bimbingan Haji yang dilaksanakan oleh Jabal Abi Qubais sangat bermanfaat bagi masyarakat sebagai syiar islam. Dalam bimbingan haji akan dirasakan sulit pada awalnya namun akan terasa mudah untuk selanjutnya. Ikuti bimbingan haji dengan sungguh-sungguh dengan mengikutu petunjuk dan arahan dari pembimbing haji sehingga akan memperoleh pengetahuan.

Kepada Jama’ah yang baru kembali diucapkan selamat, juga diharapkan dapat menjadi haji yang ma’brur dan menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat. Jama’ah Haji baru kehadirannya dapat memberikan kesejukan dan suasana religius sebagai  ukuah islamiah dan sebagai syiar islam.

Walikota juga menjelaskan tentang pembangunan Mesjid Agung. Saat ini telah terencana dalam arsitektur dan biayanya. Walikota menegaskan bahwa pembangunan Mesjid ini tidak akan menghilangkan bentuk / induk Mesjid agung. Mesjid lama tetap berdiri dan dioptimalkan, parkir bawah tanah (basement) sehingga tidak mengganggu ketertiban dan terjaga kebersihan. Biaya diperkirakan berkisar antara 12 M hingga 15 M. Pemko Binjai akan membantu dalam bentuk hibah sebesar 3 M dalam RAPBD 2013. Pembangunan Mesjid diperhitungkan selama 1,5 tahun. Dukungan masyarakat berupa materi, tenaga dan doa diharapkan sehingga dapat terbangun Mesjid baru yang indah, yang tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Binjai.

Pemko Binjai terus bergiat agar menjadikan kota religius, ini dibuktikan dalam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1434 H yang lalu telah banyak diadakan kegiatan berupa dakwah dan santunan kepada anak yatim. Ini semua dilakukan untuk menjaga aqidah dan kekondusifan kota Binjai.

Kepala Kantor kementria Agama Kota Binjai  Al Ahyu dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Bimbingan Haji yang dilaksanakan ini sangat membantu Pemerintah dan masyarakat. Bagaimanapun Pemerintah terbatas dalam sumber daya manusia dan tenaga dalam penyelenggaraan Haji. Manasik Haji muda melaksanakannya, rukun haji dan rukun Umroh bisa dalam sehari namun masalah akhlak setahun belum tentu dapat diperoleh. Diharapakan dengan bimbingan haji ini akan memberikan pengetahuan yang cukup untuk dibawa ke tanah suci. Kepada yang berangkat untuk menunaikan haji agar mematuhi seluruh kewajiban disana. Hindarkan sikap dan tingkahlaku yang tidak pada tempatnya, jangan sifat ego sewaktu di tanah suci. Bila ada kendala dan permasalahan untuk berangkat haji agar melapor ke kantor Kemenag, dan selalu menanyakan informasi kapan jadwal keberangkatan agar tidak tertinggal penerbangan atau kloter.

Ketua MUI Binjai Dr. M. Jamil, MA, mengatakan bahwa bimbingan haji ini sudah cukup baik namun kedepan agar ditingkatkan lagi. Beliau mencontohkan dalam bimbingan haji hendaknya dapat memberikan informasi dengan audivisual yang cukup sehingga jama’ah haji dapat mengetahui lokasi-lokasi yang harus dikunjungi. Informasi tentang cuaca sangat diperlukan mengingat cuaca panas disana. Juga dimohon kepada jama’ah haji agar secara arif menggunakan handphone disana, batasi pemakaian HP agar supaya khusuk, dalam berfoto agar tidak semua tempat berfoto dengan HP. Kesannya jama’ah menghabiskan waktu hanya dengan HP sementara kewajiban yang seharusnya terganggu.