WALIKOTA BINJAI HADIRI PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW YANG DISELENGGARAKAN MABMI KOTA BINJAI


Binjai(Humas), Walikota Binjai H.M. Idaham, SH, M.Si, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H yang diselengggarakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Binjai di Balai Adat Melayu Jl. Jambi Binjai, Jum’at (7/2). Dalam peringatan ini juga hadir Sekdako Binjai H. Elyuzar Siregar, SH, M.Hum, ketua PD. MABMI  cabang Binjai H. T. Fadlan, SH,MH, Asisten Pemerintahan Drs.H. Khairul Azhar, Asisten Administrasi Umum Drs.H.T. Syarifuddin, M.Pd, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Hamdani Hasibuan, Kakan Kemenag H. Al Ahyu, MA.

Walikota berharap dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW masyarakat Binjai dapat mengikuti suri tauladan Rasulullah SAW dalam menjalani kehidupan sehari- hari untuk lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan hubungan silaturrahmi. Lanjut Walikota bahwa Melayu identik dengan Islam. “Kita harus bangga dengan “Puak  Melayu (suku Melayu). Melayu merupakan suku ibu. Saat ini orang Melayu enggan menonjolkan diri terutama dalam kancah politik.  Kejayaan Melayu harus bangkit dengan membina generasi muda agar dapat berjuang dan berkompetensi dengan yang lain. Melayu harus bersatu dan menghindari perselisihan. MABMI diharapkan menjadi wadah pendidikan generasi muda melayu sehingga kedepan Melayu dapat bangkit dan jaya seperti dahulu.

Ketua MABMI bidang agama H. Ahmad Ghajali Syam mengatakan agar masyarakat meneladani Nabi Muhammad SAW  yang berakhlak dan santun.  MABMI diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda agar dapat mengenal Al’quran sehingga MABMI dapat menjadi penghuni di negeri sendiri.

Kakan Kemenag yang juga tokoh Melayu H. Al Ahyu, MA, mengharapakan agar Melayu tetap mempertahankan jatidirinya dari pengaruh globalisasi. Orang Melayu identik dengan Islam, orang Melayu taat beragama dan taat mengamalkan agama. Puak Melayu dihadapkan kepada tanggungjawab pembinaan generasi muda yang mulai menurun iman dan taqwanya.

Al Ustadz Drs. H. Hamdan Yazid, MA dalam Tauziah mengatakan Nabi Muhammad SAW menjadi contoh dan panutan bagi umat manusia. Nabi Muhammad memeiliki tugas berat memperbaiki aqidah di Mekkah yang penuh tantangan. Beliau juga mengatakan bahwa saat ini identitas Melayu telah hilang. Melayu harus bangkit dengan bekerja dan belajar keras mengejar ketertinggalan dengan yang lain. Melayu harus bershololawat dan bersatu sehingga akan tercapai kejayaan Melayu.