Walikota Binjai Berharap Kaum Wanita Miliki Pemikiran Maju Seperti Kartini

Binjai,
Peringatan Hari Kartini yang ke 134 Kota Binjai diadakan di Pendopo Umar Baki Jalan Veteran Kelurahan Tangsi Kecamatan Binjai Kota, Senin (22/4). Peringatan yang dilaksanakan setiap tahunnya ini diberi tema dengan semangat Kartini kita tingkatkan sumberdaya perempuan sebagai pendidik dan pembentuk akhlak perempuan generasi bangsa.

Walikota Binjai HM Idaham SH MSi dalam sambutannya sangat mengapresaisi dengan diadakannya peringatan Hari Kartini yang tidak hanya dijadikan acara seremonial saja, tetapi harus diambil makna dari perjuangan Kartini.

“Hendaknya acara ini jangan dijadikan sebagai acara seremonial belaka, tetapi marilah kita bersama-sama mengikuti semangat juang Kartini, yang masih sangat muda tetapi sudah memiliki pemikiran-pemikiran maju yang sangat bermanfaat dan bisa kita rasakan sampai sekarang,” pinta Idaham.

Kartini muda memiliki pemikiran yang sangat luas dan cemerlang untuk pembangunan Indonesia khususnya untuk kaum wanita. Kartini menghendaki kaum perempuan dapat terus berperan dalam melanjutkan dan mengisi pembangunan tanpa meninggalkan kodratnya sebagai ibu rumah tangga.

“Saya berharap kaum wanita Indonesia khususnya wanita Kota Binjai bisa bangkit dan mampu memposisikan dirinya sebagai motor penggerak khususnya bagi keluarga agar dapat menghasilkan generasi muda yang cemerlang,” harap Idaham.

 Ketua TPPKK Kota Binjai Lisa Andriani Idaham dalam sambutannya, mengatakan kaum wanita Kota Binjai hendaknya dapat membuat dan meningkatkan peranannya dalam rangka terwujudnya kesejahteraan keluarga Kota Binjai.

Peringatan Hari Kartini hendaknya dapat dijadikan momentum untuk merenungkan kembali peran serta kontribusi seorang wanita dalam meneruskan cita-cita Kartini.

“Sama-sama kita ketahui di era ini penuh dengan tantangan dan hambatan dalam melakukan pembamngunan di Indonesia untuk itu saya berharap kaum wanita mampu menjadi garda terdepan untuk mengisi pembangunan, tanpa meninggalkan kodrat wanita sebagai seorang ibu rumah tangga,” harap Lisa.

Dikatakannya lebih lanjut, wanita dan pria memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesetaraan hidup, tetapi jangan sampai meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Karena sejatinya kehidupan keluarga sangat membutuhkan sosok wanita sebagai penerang .