Walikota Berharap Berikan Kesempatan Yang Sama Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Binjai, (Humas)
 
Mengingat pentingnya akan pembinaan dan pengembangan program layanan pendidikan khusus terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah regular dalam lingkungan yang ramah terhadap pembelajaran, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menggelar sosialisasi pendidikan inklusif bagi stake holder, di Aula Pemko Binjai, Selasa (28/10).
 
Sekolah inklusif adalah sistem pendidikan formal yang dipersiapkan untuk dapat memberikan layanan pendidikan pada semua anak (normal maupun berkebutuhan khusus) secara ramah, bersahabat dan tidak diskriminatif agar potensinya dapat berkembang secara optimal.
 
Walikota Binjai HM Idaham SH MSi saat membuka sosialisasi mengatakan penyelenggaraan layanan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sangat perlu dikembangkan, karena setiap anak wajib mendapatkan pendidikan yang sama.
 
Dalam rangka wajib belajar untuk anak-anak berkebutuhan khusus wajib segera diselenggarakan, dengan tujuan untuk membantu anak melalui pendidikan luar biasa yang ada.
 
“Saya berharap dengan segera terselenggaranya layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk mendapat pendidikan yang sama dengan anak-anak yang normal,” harapnya.
 
Tentunya jika program ini terlaksana konsekuensi yang akan muncul yaitu pihak sekolah dan guru pendidik di tuntut dapat melakukan perubahan , tanpa mendiskriminasikan anak berkebutuhan khusus tersebut.
 
Ia mengutarakan masalah yang dihadapi sekarang ini adalah masih kurangnya tenaga pendidik yang mau mengajar anak berkebutuhan khusus, untuk itu saya menghimbau marilah kita membangun rasa solidaritas bahwa anak yang normal dan anak yang berkebutuhan khusus itu sama saja tidak ada bedanya.
 
Binjai merupakan salah satu kota yang diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif, yang diawali dengan kegiatan penyusunan pedoman penyelenggaraan sekolah inklusif, sosialisasi kepada berbagai komponen terkait dan secara simultan dilakukan perintisan sekolah inklusif di berbagai kecamatan di Kota Binjai.
 
“Kita wajib untuk membantu mereka, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus bisa mempunyai masa depan yang baik, dengan memperoleh pendidikan yang sama. Sehingga potensi yang ada dalam diri mereka bisa tumbuh dan berkembang,” pintanya.
 
Kepada para pemangku kepentingan, diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan komitmen pemerintah, sekolah, guru dan masyarakat dalam pelaksanaan sistem pendidikan inklusif dan pendidikan layanan inklusif di Kota Binjai, ungkap Idaham.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai yang juga sebagai ketua panitia Drs Dwi Anang Wibowo dalam laporannya mengatakan, peserta kegiatan sosialisasi diikuti oleh SKPD dan tenaga pendidik mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA seKota Binjai.
 
Sosialisasi akan berlangsung selama dua hari mulai dari 28 Oktober sampai 29 Oktober di Aula Pemko Binjai, dimana narasumber nya adalah Dosen Universitas Pendidikan Indonesia dari Bandung yaitu Dr Sunardi M Pd.
 
Pada kesempatan tersebut juga turut diberikan honor kepada guru PAUD sebanyak 500 orang, yang langsung diberikan oleh Walikota.