Wali Kota HM Idaham Minta Petani Binjai Pertahankan Lahan Pangan Dan Lahirkan Benih Padi Binjai.

Binjai( Bagian Humas ) Wali Kota Binjai HM Idaham, SH, MSi, minta petani di kota Binjai mempertahankan lahan pangan dan melahirkan benih padi Binjai. Hal itu ditegaskan HM Idaham ketika menghadiri temu wicara kontak tani, Rabu(8/7) sore, di Pendopo Umar Baki diselenggarakan Kontak Tani, Nelayan Andalan ( KTNA) Kota Binjai. Temu wicara yang dihadiri sekitar 200 warga tani kota Binjai dari berbagai kelompok tani, nelayan dan lainnya, guna meminta kepastian HM Idaham, SH, MSI, apakah tetap maju sebagai calon Wali Kota Binjai 2016-2021, atau tidak. Ketua KTNA Sarpin, mengemukakan, hubungan yang harmonis antara Wali Kota HM Idaham dengan petani dan peternak di kota Binjai bagai keluarga besar petani. ” Kami ingin kepastian, sebab kami merindukan pemimpin seperti HM Idaham yang sangat peduli terhadap petani,” ujarnya. Begitu juga kelompok tani lainnya mendesak HM Idaham memberikan jawaban positip, tidak jawaban politik. Sebelum memberikan jawaban, HM Idaham memaparkan, pentingnya pemimpin cerdas untuk kota Binjai. Di sektor pertanian, Idaham sangat bangga, Binjai dikenal secara nasional dan internasional selain rambutan, kini dengan lambu deli hijau. Idaham juga menyebutkan, tantangan peternak lele yang dilaksanakan pada hari jadi kota Binjai, dua tahun berturut-turut.” Itu bukan ide saya, konsep makan lele bersama rakyat, cetusan peternak lele, hasilnya, kita lihat sekarang,” ujarnya. Produk ikan lele peternak meningkat tajam. Salah satu faktor terpenting dari tantangan itu, adalah menghapuskan opini, ikan lele di pelihara di tempat kotor, sehingga masyarakat enggan mengkonsumsi. “Sekarang, ikan lele dari Binjai sudah punya pangsa pasar, bahkan ada sale lele yang dulunya sulut diperoleh, bahkan ada abon lele,”kata HM Idaham. Menjawab berbagai pertanyaan petani, khususnya petani padi, Wali Kota HM Idaham secara tegas sudah mengkonsep sistim irigasi di wilayah Cengeh Turi. ” Tetapi kita harus buat perjanjian, ada sekitar 800 ha di kawasan Binjai Utara kalau mau tidak dilakukan alih fungsi lahan, irigasi itu akan dibangun,”tegasnya. Sebab buat apa pembangunan irigasi, jika nanti lahannya dialih fungsikan dengan tanaman bukan padi. ” Kita harus buat MoU dulu, kita tidak mau kota Binjai dipenuhi tanaman yang merugikan lingkungan,”jelasnya Begitu juga masalah benih padi. Walikota Idaham memberikan contoh beras Cianjur, bareh solok. Mengapa Binjai tak mampu melahirkan beras khas Binjai. Jambu deli hijau, Jambu kelutuk non biji, dan banyak macam buah sudah menjadi hasil kota Binjai. Mari kita lahirkan benih padi Binjai. “Jika Allah mengizinkan, kita bertemu kembali untuk melanjutkan pembangunan kota Binjai, dan Saya nyatakan, Saya dan Timbas Tarigan mencalonkan diri kembali sebagai Wali Kota Binjai,” tegasnya, yang langsug para petani menyambut meriah sembari bersykur dengan ucapan Allahu Akbar.