Wali Kota Binjai Buka Pengkaderan Ulama MUI .

Binjai, Ketua Majlis Ulama Indonesia ( MUI) prov. Sumatera Utara Prof. Dr. H.Abdullah Syah, MA menyebutkan, ulama itu bagaikan lampu yang hidup.” Jika suatu kota ulamanya banyak, kota itu akan terang benderang,” ujarnya, pada pembukaan Pendidikan Kader Ulama ( PKU) yang diselenggarakan MUI kota Binjai, Selasa ( 11/8), di arena MTQ, Jalan Bejo Muna, Kelurahan Timbang Langkat, Kec. Binjai Timur. dari 33 daerah di Provinsi Sumatera Utara, hanya MUI Kota Binjai yang mampu melaksanakan PKU dan tentunya berkat kerja keras pengurus MUI dan Wali Kota Binjai HM Idaham. Abdullah Syah mengemukakan, pendidikan kader ulama oleh MUi harus mempelajari kitab kuning. Ulama harus mengerti bahasa Arab. Sebab banyak juga sarjana islam tidak mampu berbahasa Arab, sehingga tak mampu mempelajari kitab kuning. Ada beberapa unsur yang wajib di pelajari oleh kader ulama, sehingga Binjai kembali melahirkan ulama besar seperti Shek H. Abd. Halim Hasan dan Zainal Arifin Abbas yang mampu melahirkan tafsir al quran. Tafsir al quran oleh tiga serangkai itu harus dapat dilanjutkan oleh ulama-ulama kota Binjai. Sehingga Binjai kembali mencatatkan sejarah. Wali Kota Binjai HM Idaham ketika membuka kuliah perdana PKU yang diselenggarakan MUI Kota Binjai, berharap PKU hendaknya dibuka setiap tahun. Ulama juga harus disiapkan menguasai tehnologi, sehingga ulama tidak tertinggal akan ilmu pengetahuan.’ Saya akan siapkan arena pendidikan ulama ini dengan Wifi dan alat tehnologi,” ujarnya. Idaham mengakui, ulama kita semakin hari kian berkurang, adanya PKU diharapkan berhasil melahirkan kader ulama muda yang diharapkan menjadi ulama besar dan kharismatik. Dan Binjai tetap memiliki ulama besar nantinya. Ketua MUI Binjai DR. HM Jamil, MA, menjelaskan, PKU diikuti 12 orang. Pendidikan dilakukan selama tiga tahun . Pemondokan dan konsumsi diberikan secara gratis. Ketua MUI Binjai minta 12 kader ulama mau berjihad selama tiga tahun, sehingga Binjai melahirkan ulama, guna memberikan penerangan di kota Binjai.