TPID Binjai, Pantau Pemerataan Tabung Gas LPG 3 Kg

Binjai,
 
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Binjai menggelar rapat rutin guna membahas dan memantau pemerataan tabung gas LPG 3 kilogram (Kg) di Kota Binjai, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Kamis (27/11).
 
Hadir Sekretaris Daerah Kota Binjai H Elyuzar Siregar, Manager Sales Executive Gas Dom Regional I Pertamina Medan H Tiara Thesaufi, Asisten Ekonomi Pembangunan H Hamdani Hasibuan, Kabag Perekonomian Ahmad Ilham, Kabag Humas Hendrik Tambunan, Kepala Unit II Intel Polresta Binjai dan beberapa unsur muspida terkait.
 
Sekdako Binjai H Elyuzar Siregar meminta kepada TPID dan pihak terkait untuk terus memantau penyaluran gas LPG bersubsidi kepada masyarakat yang tepat. Sehingga tidak ada masyarakat yang merasa kesulitan untuk memperoleh gas LPG 3 kg.
 
Manager Sales Executive Gas Dom Regional I Pertamina Medan H Tiara Thesaufi menjelaskan, saat ini penyaluran gas LPG 3 kg sebanyak 6.333 tabung per hari. Sehingga saat ini tidak ada pengurangan kuota tabung gas LPG 3 kg, dan di bulan Oktober adanya extra dropping yang semestinya tidak perlu dilakukan karena yang sebenarnya kuota tabung gas LPG 3 kg cukup.
 
Dikatakannya, pengguna tabung gas LPG 3 kg adalah Rumah Tangga (RT) dan mikro, dimana RT yang dimaksud adalah keluarga yang berpenghasilan dibawah Rp 1,5 juta per bulan dan untuk mikro yang dimaksud yaitu yang omsetnya tidak lebih dari Rp 300 juta per tahun.
 
“Tabung gas LPG 3 kg harus dilakukan tertutup, penggunaannya tidak umum dan tidak tepat sasaran, tugas Pertamina hanya melakukan pengadaan barang bukan mengawasi,” tegas Tiara.
 
Ia menuturkan permasalah yang dihadapi sekarang yaitu ketidakmerataan kuota tabung gas LPG 3 kg di setiap Kelurahan, maka diperlukan adanya pendataan jumlah penduduk per Kelurahan dengan cara member kartu pelanggan.
 
Sesuai dengan peraturan bersama Mendagri dan Menteri ESDM Nomor 17 tahun 2011/Nomor 05 tahun 2013 telah ditentukan harga tabung gas LPG 3 kg dari Pertamina kea gen sebesar Rp 11.500, ke pangkalan sebesar Rp 13.500 dan sampai ke konsumen sebesar Rp 16.000.
 
Untuk menghindari ketidaktahuan akan harga konsumen, perlu dicantumkan harga sebesar Rp 16.000 di plakat, bertujuan agar masyarakat selaku konsumen mengetahui harga konsumen, jika tidak menjalankan peraturan tersebut, maka akan dilakukan Putus Hubungan Usaha (PHU).
 
Kabag Perekonomian Sekretariat Kota Binjai Ahmad Ilham meminta kepada TPID Kota Binjai untuk lebih peka dan antisipasif terhadap perkembangan harga gas LPG di Kota Binjai.