Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Dengan Mengamalkan Pancasila

Binjai,

Indonesia adalah negeri yang paling unik dan otentik, karena telah memilih pancasila sebagai dasar Negara, dimana dalam sila-sila yang terkandung didalamnya telah terjabar panduan hidup bangsa Indonesia, sumber segala sumber hukum, perjanjian luhur dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Jadi sudah sangat jelas, jika ingin meningkatkan wawasan kebangsaan kepada anak bangsa harus dengan mengamalkan pancasila dalam menjalani kehidupan,” tegas DR Dodi Susanto, saat membawa ceramah wawasan kebangsaan, di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (13/5).

Diungkapkannya, saat ini isu yang harus dijaga yaitu isu konflik. Politik dekonstruksi telah meruntuhkan mental nenek moyang kita, sehingga mental yang diwariskan kepada kita, yang sampai saat ini masih terus ternanam yaitu, mental kuli, ruwet, indisipliner, pencemburu, intolerir, dan sesat.

“Mental inilah yang sampai saat ini masih tertanam dalam diri anak bangsa, bahkan sampai 70 tahun usia kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Wawasan kebangsaan sangat mudah untuk dimulai, seperti dengan membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Serangan pintar juga telah merusak sendi kehidupan anak bangsa, seperti makanan cepat saji.

“Dengan makanan cepat saji, anak bangsa akan kehilangan sumber gizi yang cukup, sehingga akan kehilangan energy kebugaran, mengakibatkan tidak dapat menyerap ilmu pengetahuan, dan akhirnya terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba, saat itulah demoralisasi kehancuran anak bangsa dimulai,” ucap Dodi.

Serangan pintar kedua yakni, pola hidup senang, yang berimbas berkurangnya rasa tanggungjawab, ketiga fantasi, seperti sering membuka situs pornograpi yang sangat merusak generasi bangsa, keempat gaya hidup, yang berakibat anak bangsa akan terjebak kepada pola hidup konsumtif berlebihan, sehingga menyumbangkan kemerosotan ekonomi Indonesia.

Kelima film, dan yang terakhir, filosofi. Yang harus diwaspadai dari serangan pintar ini, anak bangsa akan mengalami penyimpangan prilaku, seperti menjadi pecandu narkoba dan pornograpi, kerusakan saraf, terorisme, dan onar.

“Maka kembali saya tegaskan sudah saatnya menumbuhkan kembali semangan kebangsaan, dengan mangamalkan empat pilar kebangsaan, yang harus diterapkan dalam kehidupan, membiasakan untuk mengatakan tolong, maaf dan berterimakasih dalam kehidupan,” pintanya.
Walikota Binjai, HM Idaham, melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Linmas, Janu Asmadi, sangat mengapresiasi dengan diselenggarakan ceramah wawasan kebangsaan ini. Ia mengungkapkan saat ini Indonesia harus sudah siap menyambut MEA.

Dengan ceramah ini diharapkan para pelajar yang menjadi peserta, akan mendapatkan pemahaman wawasan kebangsaan, memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, serta mempu menjadi motor penggerak kepada pelajar lainnya.

Hadir Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga, tokoh masyarakat, tokoh etnis, mahasiswa dan pelajar.