Seorang Guru Raih Kalpataru

Binjai (Humas)
Kementerian Lingkungan Hidup RI telah mengumumkan nama 12 tokoh peduli  lingkungan   peraih penghargaan Kalpataru Tahun 2012. Diantara  12 nama  terdapat nama Ali Muryati,  seorang guru matematika di SMP Negeri 9 Binjai yang juga menjabat sebagai ketua Green Teachers Indonesia (GTI) Kota Binjai.

Oleh Dewan  Kalpataru yang  melakukan  seleksi  terhadap 19 nominasi calon penerima  kalpataru, Ali Muryati dinilai berjasa dan layak  ditetapkan sebagai penerima kalpataru  bidang  pengabdi lingkungan. Hal  tersebut karena kiprahnya  antara lain memberikan  pendidikan  karakter  peduli lingkungan, memberikan pelatihan daur ulang  sampah  plastik  dan koran bekas, memberikan pelatihan  pemilihan sampah dan pembuatan kompos, pelatihan pembuatan  lobang biofori  dan  pelatihan   tentang fungsi menanam pohon.  Sesuai  dengan  profesinya sebagai guru,  sasaran  dari  berbagai kegiatan   yang dilakukan kegiatan  Ali Muryati adalah  para  guru  dan   siswa, juga  para ibu yang  tergabung dalam tim penggerak PKK.  

Ditemui di kantor walikota Binjai, Jumat (1/6) Ali  Muryati yang didampingi  sang suami Iskandar, nampak  sumringah usai memperoleh kepastian  dirinya sebagai peraih  Kalpataru tahun 2012.  Penduduk  Jalan Jambore Kelurahan  Berngam kecamatan Binjai Kota ini mengaku sangat senang.

Apalagi penganugerahan penghargaan kalpataru akan diberikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 5 Juni 2012  di Istana Negara, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup.       

“Penghargaan ini adalah rezeki Green Teachers Indonesia, juga rezeki Pemko Binjai,“ sebutnya.

Upaya menanamkan pendidikan karakter  peduli lingkungan di kalangan guru, siswa dan masyarakat  memang  menjadi  perhatian utama Ali Muryati. Awalnya  memang tak mudah karena  dia harus mendatangi  sekolah satu persatu.  Sambutan  yang  diterima pun tak selalu menyenangkan. Namun, reaksi  cuek  dan apatis   tak membuatnya putus  asa.

“Kami terus  memotivasi  dan  menyampaikan isu lingkungan  yang sederhana,  seperti daur ulang sampah dan bank  sampah. Mula- mula kepada  kepala sekolah, kemudian guru – guru  dan siswa. Ternyata pemko  mencium  apa yang kami lakukan. Kami pun dipanggil. Ternyata  pemko Binjai menyambut positif  apa yang kami lakukan  padahal  kami tidak pernah mengajukan proposal.  Setelah itu, pemko mewajibkan semua sekolah negeri  menanamkan   pendidikan karakter peduli  lingkungan kepada siswanya, “ kata perempuan kelahiran 11 Mei 1971.

Karena  itulah, dia  menyebut keberhasilan meraih kalpataru  adalah  karena   dukungan  luar biasa dari  pemko Binjai,  terutama Walikota  HM Idaham  SH MSi dan wakil Walikota Timbas Tarigan SE. Juga peran   Kepala  Kantor  Kementerian Agama   Kota Binjai  yang menaungi sekolah  Madrasah Aliyah   dan Madrasah Tsanawiyah. Dan tentu saja peran  kepala  Bapedalda Kota Binjai   Ir  Elvi kristina Msc selaku pengusul  nama Ali Muryati  kepada panitia  seleksi.

Menurut  Ali Muryati  pendidikan  karakter peduli lingkungan sangat penting  ditanamkan  pada  anak  sejak usia  dini. Hal  itu juga sesuai  dengan visi misi  Green Teachers Indonesia  yaitu knowledge, attitude dan practice.

“Karakter itu sangat  penting. Dia lihat, dia  lakukan, dan hal itu akan   tertanam  dalam  diri   dan  menjadi kebiasaan,”ujar  Ali Muryati.