SEKDAKO BINJAI HADIRI MAHA PUJA THAIPUSAM 2013

Binjai, Senin 28 Januari 2013, Walikota Binjai yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai Elyuzar Siregar, SH, M.Hum, menghadiri Perayaaan Maha Puja Thaipusam di Kuil Shri Mariamman Jl. Jend. Ahmad Yani Binjai.

Pada perayaan ini dihadiri oleh Tokoh masyarakat Peterus, Sukiwi Chong, Tokoh etnis dr. H.T. Fuad, Camat Binjai Kota, tokoh masyarakat Sumatera Utara Jumiran Abdi.

Walikota dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekdako Binjai mengataka bahwa melalui pelaksanaan ritual keagamaan sebagaimana yang di laksanakan pada malam hari ini , umat Hindu dan segenap masyarakat etnik Tamil kota Binjai dapat lebih meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan seta lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa .                            

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Thaipusam merupakan salah satu perayaan umat Hindu untuk menghormati Dewa Murugan atau Dewa Subramaniam sebagai Dewa pembawa kedamaian bagi umat manusia, tentunya upacara yang dapat kita laksanakan ini mempunyai makna yang sangat strategis dan syarat dengan nilai nilai religi seperti menebus nazar dan dosa seta memohon ampun atas dosa dosa yang telah kita perbuat selama ini .

Selanjutnya pelaksaan Thaipusan ini di harapkan semakin memupuk rasa persaudaraan dan persatuan umat Hindu Tamil khusus nya dan segenap umat beragama di kota Binjai pada umumnya . Persatuan dan kesatuan dalam nuansa perbedaan sangat lah penting  sebagai modal dasar tercipta nya kebersamaan, terwujud nya pembangunan yang berkelanjutan dan tercapai nya suatu masyarakat yang lebih sejahtera .

Untuk itulah jalinan sillahturahmi dan hubungan kekeluargaan yang di bangun dengan sangat kebersamaan dalam dimensi perbedaan merupakan modal yang paling berharga dalam mewujudkan serta melanjutkan pembangunan . Perlu juga saya tegaskan bangsa  dan Negara Indonesia bukan hanya milik satu kaum , satu suku atau satu agama saja melainkan seluruh masyarakat Indonesia yang di ikat dengan rasa persatuan dan kesatuan sebagaimana semboyan yang tertera pada lambang negara republik Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika .

Dalam kesempatan ini Walikota Binjai, H.M. Idaham, SH, M.Si mengucapkan selamat atas perayaan Thaipusam kepada seluruh umat Hindu dan masyarakat Tamil Binjai. Dalam kesempatan ini juga Sekdako Binjai Elyuzar Siregar dan tokoh-tokoh masyarakat mendapat kehormatan pakaian “ Ponnade “

Ketua pelaksana Perayaan Mahar Puja Tahipusam Binjai dr. M. Nehru Pillay, M.Kes,  dalam sambutannya mengatakan perayaan ini  memiliki akar pada kebudayaan Tamil Hindu yang dirayakan dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat Tamil Hindu dimana saja berada termasuk di kota Binjai . Hal ini menunjukan bahwa Bangsa ini benar benar menjunjung tinggi nilai nilai kebersamaan meneguhkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tamil tanpa ada lagi sikap diskriminasi, kenyataan ini patut kita syukuri selain merupakan pengakuan , penghargaan dan penghormatan kepada Etnis tamil umat Hindu sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman Etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk.

Ini menunjukan makin kokoh nya kebersamaan sebagai bangsa yang multikultural kebersamaan antara Etnis Tamil dengan berbagai etnis lain nya telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaan yang ada. Melalui perayaan Maha Puja Thaipusam ini persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa harus makin kuat dan makin kokoh .

Sejarah perkembangan dan kedatangan etnik Tamil di kota Binjai adalah bentuk difusi kebudayaan yang berjalan seiring waktu dan mewujudkan bentuk multikulturalis kota Binjai . Nilai budaya tamil yang mencakup sistem pemikiran , religi hingga pada sistem teknologi bertahan hidup . Aspek religi merupakan aspek mendasar yang menjadi pegangan hidup dan menonjol di banding aspek lain nya , hal ini tampak dalam kehidupan etnis tamil yang berkaitan dengan kehidupan religi . persinggungan dan terkaitan antara etnis tamil serta religi Hindu memberi suasana baru dalam heterogenitas kehidupan masyarakan di Sumatra Utara .

Berdasarkan cukilan sejarah etnis tamil dui Sumatra Utara di ketahui bahwa kuil atau tempat peribadahan Hindu etnis tamil tertua terdapat di kota Binjai yang didirikan pada tahun 1880 .Perjalan panjang telah membuktikan , bahwa keeratan hubungan antara etnik di kota Binjai telah berjalan cukup lama dan hal ini di manifestasikan dalam bentuk kehadiran reok Ponorogo , dan Barongsai TiongHoa , di dampingi oleh dewi kwan im , tarian melayu artis dari pada ritual ini yaitu kemenangan Dewa Muruga dalam menumpas Dewa Surabadman yaitu salah satu dewa yang setelah memperoleh karunia dari dewa shiva selalu mengancam dan menteror dewa dewa serta mahluk hidup lain nya.
 
Tokoh masyarakat Sumatera Utara  Jumiran Abdi dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau  baru pertama kali mengikuti perayaan ini. Jumiran mengatakan bahwa perayaan ini cukup meriah . Perayaan ini merupakan bagian dari 4 pilar kebangsaan. Bhinneka Tungal Ika menjadi panduan kita menjadikan NKRI tetap utuh demikian imbuhnya.