Polres Binjai Selenggarakan Lat Pra Ops Mantap Brata 2014

BINJAI  - Meskipun pelaksanaan pemilu legislatif di Binjai diperkirakan aman dan lancar. Namun pihak kepolisian dijajaran Poldasu setempat, tetap melakukan simulasi pemilu. Seperti yang dilakukan Polres Binjai, guna melatih dan mengukur kekuatan para personil polisi saat  kerusuhan pemilu benar-benar terjadi, Selasa (25/02) pagi.
 
Turut Hadir pada pelaksanaan Simulasi Lat Pra Ops Mantap Toba 2014 bertempat dilapangan sepakbola Mapolres Binjai Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Satria Kecamatan Binjai Kota tersebut Walikota Binjai H.M.Idaham SH.Msi yang didampingi Pejabat SKPD,Dandim 0203/Lkt serta Anggota KPUD Binjai,Dan Yon Arhanud se diwakili Pasi Intel Lettu.Arh.Pujo,Dan Subdenpom Binjai Lettu.CPM.Wigus dan tamu undangan lainnya.

 
Pelaksanaan pemilu legislatif baru saja usai. Namun sejumlah warga yang merasa tidak mendapatkan hak suara langsung mendatangi TPS dan menolak  hasil pemilihan umum dan menuntut pelaksaan pemilu ulang.

Sempat terjadi ketegangan antara petugas TPS dan warga. Namun petugas TPS langsung melaporkan aksi ini ke petugas kepolisian yang langsung datang kelokasi dan mencoba menenangkan warga.

sayangnya, puluhan warga bukan menjadi tenang, malah terus mencoba menerobos barisan petugas polisi dan terjadi benturan. Polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai otak pelaku kerusuhan tersebut.

Ini bukanlah kejadian sesungguhnya, melainkan hanya simulasi pemilu rusuh yang dilakukan personil Polres Binjai, Sumatera Utara.
 
Polisi sengaja menggelar simulasi ini untuk melatih ratusan personil polisi jajaran Polres Binjai jika sewaktu-waktu rusuh saat pemilu berlangsung.
 
Walikota Binjai H.M.Idaham SH.Msi  saat membacakan pidatonya usai pelaksanaan simulasi Mantap Brata Toba 2014 menyampaikan pengharapannya pelaksanaan Pemilu Legislatif itu berjalamn dengan baik,dan Luber dan Walikota juga berharap bagi semua masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,agar pemilu ini dapat berjalan dengan baik dan kualitas yang baik.Pemerintah Kota Binjai sendiri sudah siap dan sudah berkordinasi dengan Muspida ,Panwaslu ,KPU dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Binjai,Ujarnya.
 
Sementara Kapolres Binjai, AKBP Marcellino Sampouw mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mengukur kekuatan personil dalam menanggulangi kerusuhan saat pemilu berlangsung.

"Kami ingin liat sekuat mana porsenil dapat bertahan dan mengatasi kerusuhan saat pemilu yang di gelar 9 April mendatang,dan kita sendiri menyiapakan sebanyak 520 Personil,dan sampai saat ini kita telah berkoordinasi dengan pihak Panwas dan KPU belum ada kita temukan hal-hal yang menonjol di Wilayah Hukum Polres Binjai " ujar Kapolres.
 
Berdasarkan pengalaman pelaksanaan pilkada Gubernur Sumaetra Utara, lanjut Kapolres, tidak ada terjadi kerusuhan saat pelaksanaan pilkada hingga proses rekapitulasi suara dilakukan.

"Meski waktu pemilu yang lalu, di Binjai tidak ada terjadi kerusuhan, namun kita akan tetap siaga dan menempatkan porsenil di titik yang kita anggap rawan," pungkasnya.

Dia melanjutkan, dalam pemilu legeslatif ini, pihak Polres Binjai akan menyiapkan 520-an porsonil yang akan disiagakan di tiap-tiap TPS yang ada di Kota Binjai.