Petani Diminta Gunakan Pupuk Organik

Binjai (Bagian Humas)

Para  petani  di Kota Binjai diimbau  untuk  beralih  ke  pupuk
organik . Hal ini untuk menyiasati  telah habisnya  pupuk  bersubsidi
  yang  berdasarkan rencana  Definitif  Kebutuhan  Kelompok (RDKK)
Kota Binjai tahun 2014  dialokasikan  sebanyak  715  ton.

“Pupuk  bersubsidi  sudah  habis karena  sedang  musim hujan tingkat
kebutuhan  pupuk meningkat, “ kata  Husnul Yakin,  Sekertaris Dinas
Pertanian Kota Binjai, pada  pada rapat  realisasi  penyaluran  pupuk
bersubsidi, di balaikota, Rabu (19/11).

Sekda Kota Binjai H. Elyuzar Siregar SH MHum  selaku Ketua Komisi
Pengawas an Pupuk  dan Pestisida Kota Binjai ,  mengharapkan  agar
ketiadaan pupuk bersubsidi  jangan sampai menimbulkan  gejolak di
tengah  para petani.  Para penyuluh pertanian  lapangan  (PPL) agar
lebih intensif mengajak  para petani menggunakan pupuk organik.
Terlebih  lagi  pupuk subsidi  ini  sebenarnya hanya bersifat
stimulan  yang secara perlahan akan dihapuskan.

“Jadi  bagaimana  supaya para  petani  tidak  lagi  tergantung
kepada pupuk bersubsidi dan perlahan  beralih  kepada pupuk organik
yang ramah lingkungan,” kata Elyuzar.

Terkait  ribuan botol  pestisida  mengandung  bahan  aktif  endosulfan
yang disita  dari  sebuah  toko  pertanian di Binjai beberapa waktu
lalu, Sekdako  juga  meminta agar pestisida  yang mengandung bahan
yang dilarang ini disosialisasikan kepada petani.

Rapat dihadiri oleh  pihak kepolisian dan kejaksaan selaku tim
pengawas pupuk bersubsidi, produsen pupuk antara lain dari PT
Petrokimia dan Pupuk Iskandar Muda (PIM),  distributor,  kelompok
tani dan Puskud.