Pemko Binjai Terus Awasi Penyaluran Elpiji 3 KG

Binjai, (Bagian Humas)

Demi mengantisipasi kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg), Pemerintah Kota(Pemko) Binjai terus melakukan pengawasan terhadap penyalurannya.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Bidang Perekonomian Drs H Hamdani Hasibuan saat memimpin rapat yang dihadiri Camat, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Ismail Ginting, Kepala Bagian Perekonomian Ilham, Plt Kabag Humas Hendrik Tambunan, perwakilan Polres dan para agen, bertempat di ruang rapat 3 Pemko Binjai, Rabu (14/1). Ia mengatakan masalah pokok yang harus di bahas terkait antisipasi kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg yaitu penyaluran yang harus tepat sasaran, salain itu juga dibutuhkan ketegasan terhadap penyalurannya dalam arti siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan elpiji subsidi 3 kg.

Menurutnya pasokan elpiji 3 kg dari Pertamina setiap harinya sebanyak 6.333, dianggap masih cukup memenuhi kebutuhan gas untuk masyarakat Kota Binjai.

Dimana saat ini jumlah agen sebanyak 4 dan jumlah pangkalan 112 yang tersebar di Binjai. Saat ini masih banyak pangkalan yang belum memiliki surat ijin , untuk itu Pemko Binjai telah menyiapkan Surat Kerja (SK) untuk melakukan pengawasan elpiji khususnya tabung 3 kg, sehingga nantinya para pengawas yang ditunjuk bisa langsung ke lapangan guna mengawasi penyaluran elpiji 3 kg.

Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Ismail Ginting mengatakan saat ini masih banyak pangkalan yang belum memiliki perijinan, untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil agen guna mendata pangkalan yang sudah memiliki ijin dan yang belum memiliki ijin.

Berdasarkan evaluasinya saat ini banyak pangkalan yang dijadikan bukan sebagai tempat jualan namun beralih fungsi menjadi tempat menyembunyikan gas. “Pada kesempatan ini saya menghimbau kepada pangkalan untuk dapat memfungsikan pangkalan sebagai tempat berjualan gas dan harus memiliki pamflet yang dilengkapi dengan jumlah gas yang masuk setiap harinya, agar masyarakat juga bisa mengawasinya, saya mengingatkan di bulan Februari nanti semua pangkalan sudah harus memiliki ijin,” tegasnya.

Menutup rapat Hamdani meminta kerjasama dari semua unsur terkait dalam hal pengawasan penyaluran elpiji 3 kg, agar elpiji yang disalurkan dapat tepat sasaran, ia juga meminta kepada Kantor Pelayanan Terpadu untuk segera menindaklanjuti perihal pangkalan harus memiliki ijin. Bagi agen atau pangkalan yang masih bertindak nakal dalam hal penyaluran elpiji 3 kg, Pemko Binjai tidak segan-segan meminta Pertamina untuk menyabut ijin usahanya, dan kepada Camat diharapkan melakukan pengawasan yang ketat.