Pasar Murah Pemko Binjai Dipadati Warga

Binjai (Bagian Humas)
Ratusan warga memadati halaman depan Gedung Olah Raga (GOR) Jalan Jambi Kelurahan Rambung Barat Kecamatan Binjai Selatan, tempat dipusatkannya Pasar Murah Sembako Pemerintah Kota Binjai, di hari pertama pembukaan, Senin (29/6).

Warga didominasi kaum ibu rumahtangga itu, terlihat antusias datang demi membeli beberapa jenis bahan pangan dengan harga subsidi, yang disediakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemerintah Kota Binjai.

Walikota Binjai, H Muhammad Idaham, didampingi Kadis Koperindag, H Tengku Syarifuddin dan Kabag Humas, Hendrik Tambunan, saat meninjau lokasi mengatakan, Pasar Murah Pemko Binjai digelar selama 10 hari ke depan, terhitung sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2015, dan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Tujuan dibukanya pasar murah, menurut Walikota, tidak lain demi menjaga stabilitas harga bahan pangan kebutuhan pokok di Kota Binjai, serta menjamin ketersediaan bahan pangan murah dengan standar kualitas pasar bagi masyarakat, terutama terhadap rumahtangga ekonomi lemah.

“Alhamdulillah, di hari pertama ini (pasar murah) berjalan dengan tertib. Masyarakat pun sudah banyak yang tahu, dan antusias untuk datang. Bahkan mereka juga mengaku, hal ini sangat bermanfaat,” ujarnya.

Walikota pun siap memperpanjang masa operasi pasar murah, jika nanti terjadi inkonsistensi harga bahan pangan. “Kita lihat saja perkembangannya nanti. Kalau memang pasar membutuhkan, terutama mendekati Lebaran nanti, insya’allah akan kita perpanjang,” tandasnya.

Kadis Koperindag Pemerintah Kota Binjai, H Tengku Syarifuddin, saat ditanya wartawan terkait pelaksanaan pasar murah itu, mengatakan pihaknya menyediakan stok bahan pangan untuk kebutuhan 8 ribu warga pembeli di Kota Binjai.

“Pasar murah kita buka untuk umum. Artinya, masyarakat dari seluruh wilayah di Kota Binjai bisa datang dan membeli. Hanya saja mereka harus membawa KTP asli dan fotokopinya, demi menghindarkan pembelian oleh pihak tidak bertanggungjawab,” tandasnya.

Dia juga mengakui, stok dan jenis barang cukup banyak, meliputi 15 ton gula pasir, 8 ton tepung terigu, 2 ton mentega, 12 ribu liter minyak gorang, 75 ribu butir telur, 18 ton beras, 9 ribu botol sirup rasberi, dan 5 ton kacang tanah.

Adapun penyesuaian harganya, menurut Syarifuddin, yakni gula pasir Rp 20 ribu per 2 kilogram, tepung terigu Rp 12 ribu per 2 kilogram, mentega Rp 13 ribu per 2 bungkus ukuran 250 gram, minyak goreng Rp 19 ribu per 2 liter, telur Rp 6.500,- per 10 butir, beras Rp 14 ribu per 2 kilogram, sirup rasberi Rp 26 ribu per 2 botol, dan kacang tanah Rp 20.500,- per kilogram.