Pada Ajang PLD TMII 2014 Kota Binjai Wakili Sumut

Jakarta (Indopos) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menggelar Parade Lagu Daerah (PLD) yang bertajuk ”Gita Permata Nusantara”. Acara yang digelar kemarin (7/12) di Sasono Langen Budoyo berlangsung meriah. Sebanyak 327 peserta yang mewakili provinsi se-Indonesia membawakan lagu-lagu daerah yang di iringi lagu dan tari tradisional.

Salah satu peserta adalah dari Kota Binjai yang mewakili Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kepala Bidang Bina Budaya dan Seni Sumatera Utara, Zulkifli mengatakan di tunjuknya Kota Binjai mewakili Provinsi Sumut karena keberhasilan kota itu meraih tiga kategori pada Festival Parade Tari dan Lagu 2010 lalu.

Menurut dia juga, pada penerimaan kontingen PLD dengan yel-yel yang digelar sehari sebelumnya, Sabtu (6/12), Kota Binjai berhasil memperoleh juara kedua. ”Pada yel-yel kita tampilkan budaya Melayu, yakni kebiasaan panggilan orang Melayu dengan ’ahoi’,” terangnya ditemui di sela-sela acara PLD di TMII, kemarin (7/12).

Zulkifli juga mengungkapkan pada 2010 lalu, Kota Binjai berhasil memboyong tiga kategri dalam kegitan tersebut. Yakni kategori lagu terbaik, kategori penampilan tari terbaik dan kategori penampilan antarpulau terbaik Menurut dia juga, pihak nya sudah mempersipakan peserta untuk acara itu sejak tahun lalu.

”Peserta tari kita ambil dari sanggar terbaik yakni Sanggar Melati Suci di Kota Binjai, untuk penyanyi lagu kita ambil dari sanggar binaa kita yakni Sanggar Idaman di Binjai,” kata dia juga. Untuk pemain musik, ujar dia lagi, dilakukan seleksi dari sekolah-sekolah menengah yang memiliki talenta dalam bermain musik.

Dari 30 orang peserta seleksi hanya tersisa 20 orang pemain musik. Untuk tari, menurut dia ada 10 orang dan untuk penyanyi hanya ada dua orang. ”Lagu yang dibawakan ciptaan Mak Yal dari Sumut dengan judul Tanah Deli Bertuah dan diiringi tari tradisional Melayu kreasi baru. Untuk total peserta dari Kota Binjai berjumlah 30 orang,” beber dia juga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kota Binjai, Eka Edi Saputra mengatakan penyelenggaraan PLD harus dipertahankan untuk menjadi wahana pelestarian budaya daerah. Apalagi, menurut dia juga, Kota Binjai adalah salah satu kota yang tidak memiliki obyek wisata alam sehingga untuk mengenalkan Kota Binjai haruslah melalui kesenian tradisional.

”Kita sudah persiapkan peserta yang mengikuti PLD secara selektif. Kita berharap mereka dapat membawakan yang terbaik untuk Kota Binjai yang dipercaya mewakili Provinsi Sumut,” ujarnya kepada indopos.co.id.

Dia juga mengatakan, selama ini pihaknya kerap menggelar pentas kesenian tradisional dalam kegiatan warga, emerintahan dan upacara adat lainnya. Dia juga mengatakan, kebudayaan Kota Binjai akan terus dikembangkan salah satunya dengan menghidupkan sanggar budaya di Kota Binjai.

”Walaupun masyarakat Kota Binjai sudah heterogen tapi kesenian tradisionalnya khususnya budaya Melayu harus tetap lestari,” beber dia juga. (nas)