MUI Kota Binjai Gelar Muzakarah tentang Pembentukan Akhlak

Binjai (Humas)
Walikota Binjai H. M. Idaham,SH, M.Si membuka Muzakarah tentang Pembentukan Akhlak  oleh Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Kota Binjai, Minggu (10/6) di pendopo Umar Baki Binjai.

Hadir sebagai pembicara Dr. H.  Ardiansyah Lc, MA dari MUI Propinsi Sumatera Utara, dan  Prof. DR. Ibnu Hajar Damanik MSi.

Walikota Binjai  dalam pengarahannya mengatakan akan mendukung  program-program MUI yang  dihasilkan melalui Muzakkarah ini. Menurut Idaham peran MUI     sangatlah penting  dalam membangun akhlak dan karakter bangsa, khususnya  generasi muda yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Pada muzakarah   tersebut   sejumlah  donatur menyumbangkan  buku  untuk perpustakaan MUI Kota Binjai, yaitu  dari Drs. H. Nomandhani, MSi, H. M. Zein Tarigan, SH, Ricky Septa Tarigan SH, M.Hum, AKBP Drs. H. Hari Hariyadi, SIK, Brigadir Jenderal  Pol. Drs. H. Maman Mulya Karnama dengan  jumlah buku  sebanyak 211 buah. Sumbangan  diterima oleh ketua MUI Kota Binjai DR. H. M. Jamil MA.

Terkait pembangunan  perpustakaan MUI Kota Binjai, Walikota menegaskan komitmennya  untuk terus mendukung, memantau dan tidak akan membiarkan pembangunan perpustakaan tersebut  terhenti.
 
Dalam ceramahnya  tentang  Character  Building dalam perspektif   sosiologi  dan pendidikan, Prof. DR. Ibnu Hajar Damanik MSi menyatakan bahwa manusia diberi hak yang sama oleh ALLAH SWT untuk meningkatkan kemampuan, manusia semua diberi otak kanan dan otak kiri dan kita diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengaktivasi kedua sisi otak tidak hanya satu sisi saja. Dalam hal ini lingkungan rumah atau keluarga  sangat dominan sebagai tempat awal anak untuk belajar, disusul dengan sentuhan berikutnya yaitu dunia pendidikan. Rumah adalah tempat awal untuk pembentukan karakter anak-anak bangsa antara lain akhlak,budi pekerti, disiplin dan sopan santun.  

Sedangkan Dr. H.  Ardiansyah Lc, MA menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia  merupakan organisasi yang menjadi sebuah payung besar bagi semua ormas Islam dan  semua Umat Islam  di Indonesia. Fatwa MUI tidak bisa menjadi pijakan hukum namun bersifat mengajak dan menghimbau. Dia juga  mengajak para orangtua untuk  mengawal anak-anak mulai dari rumah , dan menjadi keluarga yg bisa diteladani   oleh  masyarakat  sekitar.