Lisa Andriani Ajak Ibu Rumahtangga Masak Makanan Bebas Bahan Kimia

Binjai (Humas)
Tahu  dan  tempe goreng, makanan sederhana  ini termasuk  favorit  masyarakat  Indonesia. Mengolahnya mudah, harganya  murah, kandungan zat gizinya pun tinggi. Namun ditangan ketua Tim Penggerak PKK Kota Binjai Lisa Andriani M Idaham, goreng  tahu dan tempe  bisa  jadi  hidangan  istimewa. Caranya  sebelum  digoreng, potongan  tahu dan tempe  dicampur  dengan  udang kecepe  yang telah  digongseng  dan  dihaluskan lalu diberi sedikit  air. Dengan menambahkan   udang  kecepe, tidak perlu lagi menambahkan garam dan penyedap  rasa.

“Goreng tahu dan tempe menjadi lebih  gurih  dan lebih sehat,  bebas dari penyedap rasa kimia.” kata Lisa  pada acara pelatihan memasak dengan penyedap rasa  non kimiawi,Rabu (25/9) di kelurahan Kartini Kecamatan  Binjai Kota.
 Pada  kegiatan   yang diikuti  puluhan  ibu  rumahtangga  dari tujuh kelurahan se-kecamatan  Binjai  Kota , Lisa  Andriani tampil ala  chef  mempraktekkan cara memasak  beberapa  menu makanan  sehat antara lain nasi  goreng, mie goreng,  tahu dan tempe  goreng,  telur dadar. Meski  menunya  nampak sederhana, namun  acara memasak  tersebut  cukup  menarik perhatian para ibu.  Sebab  Lisa  banyak  memberikan  tips-tips yang  bermanfaat  untuk membuat makanan  jadi lebih enak  dan tampilannya  lebih menarik. Misalnya  untuk membuat  rebusan buncis  dan wortel  warnanya tetap segar  dan  rasanya renyah, maka  sayur yang sudah direbus  langsung dimasukkan ke  air yang diberi  es batu.   

Sebelum praktek  memasak  dipimpin  Lisa Andriani M Idaham,  peserta  diberi penyuluhan tentang  pentingnya makanan  sehat  bebas dari bahan penyedap kimiawi oleh Ir. Dewi Anggeriani dari Dinas Pertanian Kota Binjai. Menurut  Dewi   penyedap  rasa , pewarna  dan  pengawet makanan  kimiawi   harus diwaspadai   karena berbahaya   untuk kesehatan bahkan bisa memicu   kanker.  Bahkan ada  penjual  gorengan yang  memasukkan   plastik  supaya gorengan menjadi renyah.   Ironisnya , makanan  mengandung   bahan berbahaya tersebut  banyak  dijual disekolah sekolah dan dikonsumsi  oleh anak-anak.

Dengan  pelatihan  memasak ini, Dewi berharap para ibu rumah tangga   mendapat ilmu   tentang  memasak makanan   beragam, bergizi, sehat dan aman,
“Dengan  begitu suami dan anak-anak  jadi tambah sayang, “ kata  Dewi.