Jangan Ada Pengusaha Di Binjai Melarang Karyawan Beribadah

Binjai (Humas  )

Wali Kota Binjai HM Idaham berharap pengusaha di kota Binjai mempunyai
toleransi beragama, dan  jangan menimbulkan hal-hal berbau SARA.  Jika
sudah kasus SARA, prosesnya akan cepat berkembang dan merugikan
pengusaha," tegasnya dalam pertemuan FKPD dengan para pengusaha kota
Binjai, Senin ( 3/11) di aula Pemko Binjai.

Pertemuan dihadiri Wakil Wali Kota H. Timbas Tarigan, SE, Kapolres
AKBP Marcelino Sampouw, Dandim 0203 Langkat  Letkol (Inf) Agusman
Heri, mewakili Kejari Binjai, anggota DPRD  Jonita Agina Bangun, Kakan
kemenag H. Al Ahyu, MA, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Nani Sundari.

Wali Kota HM Idaham, mengemukakan, pertemuan Pemko Binjai  yang
dihadiri FKPD dengan pihak pengusaha serta SPSI, sebagai
mengantisipasi masalah kerukunan umar beragama dan pembinaan  kepada
pengusaha agar memberikan waktu kepada karyawan menunaikan ibadah.

" Jangan ada pengusaha melarang karyawan  menunaikan ibadah, seperti
sholat Jumat," tegas Idaham.

Hal itu ada diketahui dari media, namun bukan di wilayah kota
Binjai, hanya wilayah tetangga, dan masalah ini harus menjadi
perhatian pimpinan perusahaan, dan jangan terlalu tertutup.

Kapolres Binjai AKBP Marcelino Sampow, minta pimpinan perusahaan,
benar-benar membina karyawan sesuai aturan. Ada saat ibadah, silakan
dan jangan dilarang. Kapolres
Binjai juga minta pimpinan perusahaan melakukan tes urine kepada
karyawan, sehingga tidak ada pecandu narkoba yang bekerja.


"Jika ada pecandu narkoba, perusahaan akan merugi, sebab  kerja malam,
merusuh dan tindakan lain yang merugikan  perusahaan, sudah merugikan
usaha, gaji kita bayar," ujar
Marelino Sampouw.

Ka Kan Kemenag Binjai H. Al Ahyu, MA, menginformasi kepada pimpinan
perusahaan agar memberikan bimbngan agama kepada karyawan, sehingga
membuahkan karyawan yang baik. Masalah  shalat, pimpinan perusahaan
harus bijaksana, pada waktu  sholat zuhur atau Jumat, lebih baik
istirahat, sehingga  tidak menganggu karyawan menunaikan ibadah.

" Sebab masalah  ibadah , sangat mudah memicu konflik yang bisa
merugikan  perusahaan, “ kata Al Ahyu.

ket foto : Walikota Binjai HM Idaham SH MSi memberikan pengarahan pada
pertemuan FKPD dengan  pengusaha