HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIPERINGATI DI BINJAI

Binjai, Kamis (2/50) Walikota Binjai H.M. Idaham, SH, M.Si, memimpin upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ke-54 di lapangan Merdeka Binjai. Pada peringatan ini hadir unsur Muspida diantaranya Kapolres Binjai AKBP. MusaTampubolon, Wakil ketua DPRD Bahman Nasution, Wakil Walikota Timbas Tarigan, SE, Sekdako Elyuzar Siregar, SH, M.Hum

Pada peringatan ini juga disalurkan  Bea Siswa Jamsostek untuk 109 orang anak peserta Jamsostek di kota Binjai . Adapun mereka yang memperoleh Bea siswa diantaranya untuk SD sebanyak 49 pelajar  jumlah dana Rp. 88.200.000,-, SMP sebanyak 32 pelajar jumlah dana Rp.57.600,000,-, SMA sebanyak 24 pelajar jumlah dana Rp.57.600.000,- , Mahasiswa sebanyak 4 orang jumlah dana diberikan Rp.9.600.000,-dengan jumlah keseluruhan dana yang diberikan Rp.213.000.000,-.

Bea Siswa Jamsostek ini tiap tahun disalurkan untuk pelajar yang berprestasi. Bea Siswa Jamsostek merupakan upaya PT. Jamsostek dalam meningkatkan kesejahteraan peserta dan keluarganya melalui bantuan dalam peningkatan fasilitas pendidikan. Dengan Bea Siswa ini diharapkan dapat memotivasi semangat belajar anak-anak peserta Jamsostek agar untuk berprestasi pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi,  demikian dikatakan oleh Kepala Kantor cabang PT. Jamsostek Binjai  Suwilwan Rachmat, SE, MM.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I Muhammad Nuh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Walikota Binjai mengatakan pendidikan merupakan  vaksin sosial,  dan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial.

Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau keseluruh lapisan masyarakat sesuai dengan perinsip pendidikan untuk semua (EDUCATION FOR ALL) tanpa membedakan asal usul,status sosial, ekonomi, dan kewilayahan.

UUD 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga Negara berhak memperoleh pendidikan dasar dan Negara wajib membiayainya (PASAL 31 AYAT 1 DAN UUD 1945) .Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama masyarakat telah berusaha memenuhi amanat tersebut melalui pembangunan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T (TERDEPAN,TERLUAR,DAN TERTINGGAL).

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengajak kepada semua pencinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran nanti.Kita ingin memastikana agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, insyaallah mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas.

Kurikulum 2013 ini di rancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kopetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045.