HARI AMAL BAKTI KE-67 KEMENTRIAN AGAMA RI KOTA BINJAI DIPERINGATI

Binjai, Kamis, 3 Januari 2012, Walikota Binjai, H.M. Idaham, SH, M.Si, selaku Pembina upacara memimpin upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-67 Kementerian Agama RI Kota Binjai di lapangan Polres Binjai. Peringatan ini ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih. Dalam peringatan ini hadir unsur Muspida diantara Kapolres Binjai AKBP. Musa Tampubolon, Kajari Binjai Chairuddin Sipahutar, Wakil Ketua DPRD Binjai Bahman Nasution, Ketua Pengadilan Agama Milham, Kakan Kemenag Al Ahyu, Sekdako Elyuzar Siregar, SH, M. Hum, Ketua TP. PKK Binjai Ny. Lisa Andriani H.M. Idaham serta para Kepala SKPD.

Dalam sambutan Menteri Agama RI, Surya Dharma ali yang dibacakan oleh Walikota Binjai mengatakan bahwa, Kementerian Agama berdiri pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Alm. H.M. Rasjidi. Betapa penting dan terhormatnya tugas dan peran kementerian agama. Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan negara. kementerian agama hadir untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama serta pemeluknya.

Menteri mengharapkan agar seluruh aparatur Kementerian Agama memperbarui Paradigma, yakni bekerja secara dinamis dan proaktif melakukan sinergi dengan unit dan lembaga lain, baik secara internal maupun eksternal, guna memenuhi tuntutan dinamika kementerian  dan dinamika masyarakat. Menteri menegaskan bahwa fokus sasaran pembangunan bidang agama adalah untuk mendekatkan kita pada visi :” terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir batin”

Dalam hubungan ini, 5 (lima) bidang yang menjadi program strategis Kementerian Agama, yaitu peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kualitas kerukunan ummat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, serta tata kelola Kepemerintahan yang baik (Good Governance)

Menyangkut kerukunan antar umat beragama, sebagai upaya mengelola kemajemukan bangsa, sesungguhnya Indonesia diakui sebagai Kiblat toleransi dan kerukunan beragama di dunia. Namun dalam masyarakat kita yang demokratis, Egaliter dan menghormati hak azasi manusia , masih diperlukan kesadaran untuk menjunjung tinggi etika kerukunan.