Grand Launching 5 Aplikasi dan Peresmian Binjai Command Center

Binjai Smart City Mimpi yang Jadi Nyata

Binjai (Bagian Humas)
Pemerintah kota (Pemko) Binjai melakukan grand launching 5 aplikasi eGovernment Binjai Smart City dan meresmikan Binjai Command Center, Kamis (30/3/2017) di balaikota Binjai di jalan Sudirman. Peresmian ditandai penekanan tombol secara bersama- sama oleh Walikota HM Idaham, Gubsu HT Erry Nuradi , Kapoldasu Irjen Pol.DR. Rycko Amelza Dahniel Msi , ketua APEKSI Airin Rachmi Diany, staf ahli mendagri bidang Pemerintahan DR. Suhajar Diantoro, Direktur Sistem Informasi Kemenristek Dikti Ir.Ophirtus Sumule, anggota DPD RI Parlindungan Purba. Juga hadir Walikota Medan HT. Dzulmi Eldin, Bupati Sergei Soekirman, Kepala BPK Perwakilan Sumut Ambar Wahyuni, Direktur Politeknik Negeri Medan M Syahruddin ST MT, Direktur Utama PT Bank Sumut Edi Rizliyanto, GM Telkom Witel Medan Mohammad Sibli.

Gubsu HT Erry Nuradi mengungkapkan rasa bangga kepada Kota Binjai yang hari ini telah melaunching 5 aplikasi smart city. Sedangkan Pemprovsu masih soft launching 1 aplikasi. Menurut Gubsu langkah Pemko Binjai patut diikuti oleh kabupaten/kota lainnya.

“ Program ini bisa diikuti daerah lain. Provinsi baik, kalau kabupaten kota baik,“ kata Gubsu.

Gubsu menegaskan upaya pemberantasan korupsi dan mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan transparan harus didukung dua hal yaitu adanya komitmen dan sistem.

Walikota HM Idaham menjelaskan Binjai smart city adalah mimpi yang terwujud menjadi nyata. Diawali oleh KPK yang melakukan inisiasi kepada kabupaten kota di Sumut untuk membangun egov. Pemko Binjai lalu menindaklanjuti dengan kerjasama dengan Politeknik Negeri Medan yang menunjuk seorang dosen dan lima mahasiswa. Mereka inilah yang bekerja melahirkan aplikasi yaitu e-musrenbang, e-ra, e-masyarakat, e-perizinan, dan e-dokter

“Kalau anak muda kita beri panggung mereka luar biasa. Mereka masih berusia 19-20 tahun. Makanya murah, biayanya tidak sampai 100 juta. Kalau mungkin kami akan memberikan beasiswa pada mereka, “kata Idaham.

Selain grand launching lima aplikasi, juga diperkenalkan aplikasi lainnya yaitu e-warung untuk membantu memasarkan produk UKM Kota Binjai , e-PBB untuk melihat status pembayaran PBB oleh wajib pajak, aplikasi e-kinerja untuk memantau kinerja ASN, e pendidikan yaitu aplikasi yang memungkinkan orangtua memantau pendidikan anak-anaknya di sekolah.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Airin Rachmi Diany, mengatakan grand launching aplikasi egov Binjai smart city dan launching Binjai Command Center merupakan kebanggaan bagi APEKSI dan Kota Binjai. Binjai Smart City merupakan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, swasta, masyarakat dan perguruan tinggi. Namun, menurut Walikota Tangerang Selatan ini, tantangan kedepan adalah bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi yang ada.

“Dengan kerjasama dan kerja keras, smart city bisa terlaksana dan biaya bukan jadi kendala,” kata Airin.

Staf ahli Mendagri bidang Pemerintahan DR. Suhajar Diantoro mengatakan kunci sukses masyarakat di era otonomi ada pada pemerintah daerah. Kalau penerapan smart city mampu membuat hidup masyarakat menjadi lebih mudah berarti pemda telah berhasil.

Suhajar juga mengapresiasi langkah Pemko Binjai menggandeng perguruan tinggi untuk membangun aplikasi smart city. Sebab saat ini dari 4,6 juta PNS hanya 6 ribu orang yang memiliki sertifikat Teknologi Informasi Komunikasi.

“Langkah Walikota menggandeng perguruan tinggi sudah betul, “ kata Suhajar Diantoro.

Setelah peresmian dilanjutkan peninjauan gedung Binjai Command Center yang merupakan ruang kendali aplikasi Binjai Smart city.