FKPD Kota Binjai Sepakat Tutup Galian C Illegal

Binjai (Bagian Humas)

Forum Komunikasi Pimpinan  Daerah (FKPD) Kota Binjai
sepakat menutup  usaha  penambangan galian C illegal di lahan milik
eks HGU PTPN II  di kelurahan Bhakti Karya,  kecamatan Binjai Selatan
dan  kelurahan Tunggurono  kecamatan Binjai Timur.

“Jika masih ada aktifitas, akan kita tindak, “ kata
Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi, pada rapat kordinasi pemerintahan,
di aula pemko Binjai, Senin (9/2).

Walikota HM Idaham  menegaskan penutupan  galian C
kali ini harus tuntas.  Pihak PTPN II diharapkan  untuk  menjaga
lahan agar  masyarakat tidak lagi melakukan penambangan.

Walikota  HM Idaham menawarkan solusi untuk menjadikan
lahan bekas  galian C  di kelurahan Bhakti Karya menjadi sawah-sawah
baru  mengingat di lokasi ini telah ada irigasi. Sedangkan  lahan di
kelurahan Tunggurono  direklamasi menjadi kawasan  wisata.  HM
Idaham  berharap  solusi  yang ditawarkannya segera  direspon  PTPN .

Rapat dihadiri  Dandim 0203 Langkat, Letkol Inf Agusman
Heri,  Kajari Binjai Wilmar Ambarita, wakil ketua DPRD Agus
Supriantono,  Kasat  reskrim dan kasat intel Poltabes Binjai, menejer
PTPN II kebun Sei Semayang  Edward Sinulingga, BLH Provinsi Sumatera
Utara, dan instansi terkait lainnya.

Rapat diawali  dengan penjelasan oleh tim  pemantau
atas kondisi  di kedua lokasi. Penambangan galian C di kelurahan
Bhakti Karya membentang di areal seluas 50 hektar, menimbulkan
kerusakan lingkungan parah berupa  lobang - lobang  berbentuk  danau
dengan  kedalaman 5- 15 meter . Juga  telah menutup  aliran irigasi
dan  kerusakan parah di badan jalan Samanhudi  simpang jalan Gunung
Bendahara  menuju  ke lokasi.  Kerusakan lingkungan  juga terjadi  di
areal  penambangan C di kelurahan  Tunggurono  yang luasnya  di
perkirakan mencapai 50 hektar. Turut ditayangkan  video tentang
kondisi di lokasi.

“Pada  saat kami melakukan pemantauan  tidak ada
aktifitas penggalian, yang  ada  hanya  beberapa warga yang sedang
memancing  di danau-danau bekas  galian,” kata Rusli  dari  BLH Kota
Binjai.

Menejer  PTPN II kebun Sei Semayang  Edward
Sinulingga, mengakui  penambangan  galian C  illegal tersebut  telah
berlangsung sejak tahun 2005  dan  sangat  merugikan PTPN II.  Meski
telah berulangkali  dilaporkan  kepada  pihak yang berwajib, kegiatan
tersebut terus berlangsung seolah pelakunya  kebal hukum.

Menurut Edward Sinulingga lahan tersebut mustahil
ditanami  karena kedalamannya mencapai  10 -15 meter. Begitupun  jika
dibiarkan  terlantar dipastikan akan menimbulkan masalah baru.  Dia
berjanji akan meneruskan usulan Walikota kepada Direksi PTPN II.

" Kami  laporkan  dulu  kepada  direksi, “ janjinya.