Diduga Terjadi Peredaran Narkoba di Lapas Binjai

Binjai,(Humas)

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai, bekerjasama dengan Polres Binjai, Kodim 0203/Langkat, serta Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, menggelar pemeriksanaan tes urin kepada seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas II A, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, Senin (28/3) pagi.

Dari hasil pemeriksanaan baik tes urin dan penggeledahan semua kamar warga binaan ditemukan barang bukti antara lain, sabu-sabu 2,46 gram, pil ekstasi 31 butir, ganja 6 bungkus, obat penenang 4 butir, bong 16 buah, telepon genggam 113 unit, mata dadu 14 set, tiktak 36 bungkus, kartu joker 2 kotak, kartu domino 3 set, gunting 8 buah, pisau 1 buah, pipet 30 buah, pulpen 7 buah, dan plastik sabu 4 bungkus.

“Hari ini dilakukan razia dan tes urin kepada seluruh warga binaan di Lapas Kelas II A Binjai, Alhamdulillah situasi aman terkendali. Dari hasil razia dan tes urin, ditemukan narkoba beserta plastik yang diduga sebagai tempat penyimpanan sabu, dengan ditemukannya barang bukti ini, kuat dugaan ada peredaran narkoba di dalam Lapas,” tegas Kapolres Binjai, AKBP MUlya Hakim Solichin.
Kapolres mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini akan terus berlanjut dan akan lebih intensif dilaksanakan kedepannya. Dari hasil pemeriksanaan tes urin kepada seluruh warga binaan 50 persen dinyatakan positif memakai narkoba.

“Untuk menetapkan pelaku masih kita lakukan pendataan kembali, keberhasilan razia ini tentunya merupakan kerjasama semua pihak,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala BNN Kota Binjai, AKBP Safwan Khayat, berdasarkan hasil tes urin serta ditemukan banyaknya barang bukti, seperti plastik pembungkus sabu, semakin menguatkan indikasi adanya kegiatan peredaran narkoba di dalam lapas.
Ia menegaskan, hasil temuan yang di dapat harus terus ditindaklanjuti, tidak akan mungkin berhenti sampai disini, dari barang bukti telepon genggang pihak BNN akan mencoba mencari data.

“Diperkirakan mungkin di dalam Lapas ada jaringan dan kita akan mencoba mengungkap jaringan itu, dari hasil yang kita lihat ini kemungkinan besar ada namun kita harus membuktikan itu dulu karena alat-alat dan barang bukti yang kita temukan memang ada mengarah kepada perdagangan narkoba didalam lapas,”tuturnya.
Pemeriksanaan tes urin tidak hanya berhenti sampai kepada seluruh warga binaan, namun pegawai lapas, serta seluruh penjaga kantin, juga ikut menjalani tes urin. Hasilnya seluruh penjaga kantin yang berjumlah 5 orang, dinyatakan positif pemakai narkoba.
“Hampi seluruh pegawai kantin yang kami ambil tes urin, 5 orang positif pemakai narkoba, hal inilah yang menjadi perhatian , khususnya kami untuk Lapas Kota Binjai, dan ini akan terus kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan selama ini kantin menjadi tempat penyediaan dan penjualan narkoba, atau tempat persinggahan sementara,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kalapas Binjai, I Made Darmajaya, mengaku merasa terkejut dengan temuan yang didapat saat razia dan tes urin, dirinya mengaku setiap hari pewagai Lapas selalu melakukan pemeriksanaan di dalam ruangan napi.
“Saya merasa kebobolan, jujur setiap hari kita melakukan pemeriksanaan kesemua kamar napi, mudah-mudahan kedepannya razia seperti ini dapat terus dilakukan, agar lapas terbebas dari peredaran narkoba,” ungkapnya.

Kalapas juga berjanji, akan melakukan pengawasan ketat terhadap semua narapidana, pegawai Lapas, dan semua pengunjung yang datang.
Turut hadir, Walikota Binjai, HM Idaham, Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga, Sekdako Binjai, Elyuzar Siregar dan segenap unsur SKPD serta FKPD Kota Binjai.