BNNK Binjai Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba Bagi Ibu PKK

Binjai (Humas)

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja menggelar penyuluhan  tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi ibu –ibu  PKK dari 5 kecamatan, bertempat di Kantor Camat Binjai Utara Jalan Flores Kelurahan Kebun Lada, Jumat (16/5). Sosialisasi dibuka oleh ketua TP PKK Kota Binjai ny Lisa Andriani Idaham.

Kepala BNNK Binjai H Ahmad  Zaini SH MH menjelaskan tujuan diberikannya sosialisasi kepada ibu-ibu  PKK dikarenakan ibu adalah pengawas didalam keluarga dan dilingkungan, yang diharapkan mampu mencegah masuknya peredaran narkoba didalam keluarga.

Di Indonesia narkoba sudah menjadi perhatian yang sangat serius, bahkan menjadi perhatian dunia. Semakin banyaknya narkoba yang berdedar di Indonesia disebabkan karena semakin banyaknya permintaan.  Peredaran narkoba di Indonesia dalam waktu 5 tahun terakhir mengalami peningkatan 6 kali lipat, dimana usia yang paling banyak menjadi korban narkoba berkisar 15-25 tahun.

Dijelaskannya, Kota Binjai berada pada peringkat ke 2 setelah Kota Medan yang menjadi kota paling banyak peredaran narkoba di Sumatera Utara. Di Kota Binjai rata-rata kasus yang terungkap selama 5 tahun terakhir berjumlah 146 kasus dengan tersangkanya berjumlah 183 orang.

“Satu orang pecandu mampu merusak sendi kehidupan sebuah keluarga besar yang akan berdampak kepada lingkungan masyarakat sekitarnya yang harus dibatasi dengan kebersamaan kita dalam memberantasnya,” harap Zaini.

Strategi yang harus dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya peredaran narkoba yaitu kerjasama antara semua pihak baik itu Pemerintah dan masyarakat, bandar narkoba  dan pengedar untuk dihukum seberat-beratnya dan bagi pecandu direhabilitasi. Perlu  keikutsertaan masyarakat  dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba didalam keluarga, lingkungan, masyarakat dan lingkungan kerja.

“Karena dengan berkurangnya pecandu narkoba maka secara otomatis permintaan juga akan berkurang, untuk itu marilah kita bersama-sama memberantas agar generasi muda penerus bangsa dapat terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” pinta Zaini.

Ketua TP PKK Kota Binjai Lisa Andriani Idaham dalam arahannya mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya kemitraan yang dibangun oleh Pemerintah Kota Binjai yang bersinergi dengan 10 program pokok PKK.

Keluarga sebagai unit terkecil dari lingkungan masyarakat mempunyai peran sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Maka terwujudnya keluarga sejahtera merupakan salah satu prasyarat utama dalam mendukung laju pembangunan disuatu daerah.

Narkoba merupakan penyakit sosial yang paling merusak mental dan akhlak generasi muda, narkoba merupakan masalah sosial yang mengancam kehidupan masa depan generasi muda serta mengancam kelangsungan Bangsa dan Negara.

“PKK sebagai mitra Pemerintah mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk membantu Pemerintah dengan turut serta mensukseskan gerakan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Lisa.
 
PKK sebagai unsur terdepan harus siap dan mampu membuktikan perannya secara maksimal agar program Pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba dan dalam rangka terwujudnya keluarga yang berkualitas, unggul, dan sejahtera dapat tercapai dengan baik di Kota Binjai,” tutur Lisa.

“Saya berharap kepada para peserta penyuluhan untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga peserta paham dan nantinya dapat disosialisasikan ataupun ditindaklanjuti serta diteruskan dilingkungan keluarga, masyarakat tempat tinggal masing-masing,” harap Lisa.

Seluruh peserta penyuluhan berasal dari ibu-ibu PKK dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Binjai, dimana setiap Kecamatan menghadirkan 10 orang sebagai peserta.