Binjai Raih Penghargaan Kota Peduli HAM 2015

BINJAI ( Humas ) : Kota Binjai berhasil mendapat penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) 2015. Penghargaan diserahkan Menteri Hukum dan HAM RI, Yassona H Laoly kepada Pj. Wali K ota Binjai Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi, dalam rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia di Graha Pengayoman, Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/12).

Menteri Hukum dan HAM RI Yassona H Laoly menuturkan Komnas HAM memiliki fungsi diantaranya sebagai pengawasan diskriminasi RAS dan etnis, serta pelanggaran HAM berat. P enghargaan kepada kabupaten / kota dapat dimaknai sebagai komitmen tinggi daerah dalam pemenuhan HAM. "Kita harapkan dalam hari peringatan ini akan menjadi momentum serta refleksi sejauh mana HAM menjadi pondasi bangsa," ujarnya.

Sebelum dilakukan penyerahan penghargaan, Jumat ( 11/12) pagi digelar peringatan Hari HAM Sedunia ke-67. , di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden RI Joko Widodo menyebut cukup percaya kepada kabupaten / kota penerima penghargaan dalam melakukan kebijakan untuk melindungi HAM masyarakat. Joko Widodo menyebut permasalahan HAM cukup banyak terjadi dan belum sepenuhnya terselesaikan. Seperti pelanggaran HAM masa lalu, konflik antar daerah dan suku serta bentuk pelanggaran lainnya. Joko Widodo menekankan diperlukan keberanian untuk melakukan rekonsiliasi dan terobosan melalui jalur judicial maupun non judicial dalam meminimalisir permasalahan HAM tersebut.

Dalam catatan Komnas HAM, dalam tahun ini terjadi lonjakan pengaduan masalah HAM di Indonesia. Di Tahun 2015 jumlah berkas pengaduan yang masuk ke Komnas HAM sebanyak 7.972 berkas. Sedangkan pada tahun lalu hanya sekitar enam ribuan berkas

Wali Kota Binjai ir. H. Riadil Akhir Lubis didampingi Kabag Humas Hendrik Tambunan, S. Sos, mengatakan, diraihnya penghargaan ini berkat kerjasama seluruh pihak. Termasuk masyarakat Kota Binjai . Lewat sinergi tersebut sangat menentukan prestasi yang dicapai Kota Binjai selama ini. Raihan ini merupakan bentuk peduli Kementerian Hukum dan HAM kepada Kota Binjai selama ini begitu peduli dengan HAM. Sejumlah indikator dapat terpenuhi dengan baik sehingga Binjai dapat dikatakan kota layak hidup.


Berkat penghargaan ini dengan sendirinya akan menambah semangat serta motivasi Kota
Binjai melaksanakan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. HAM tidak identik dengan pelanggaran atau permasalahan. Akan tetapi HAM dalam perspektif pemerintahan yakni membangun kota menjadi tempat yang layak sebagai tempat hidup.

Binjai meraih penghargaan ini bersama 132 kabupaten / kota se-Indonesia. Jumlah ini meningkat dari tahun 2014. Dimana ketika itu hanya 56 kabupaten / kota yang meraih penghargaan tersebut.
Dan Kota Binjai meraih penghargaan untuk kedua kalinya,setelah diterima pada 2014 oleh HM Idaham SH, MSi, saat menjabat Wali Kota Binjai.