Banyak Aset Wakaf Beralih Fungsi, Akibat Tak Jelas Dokumen dan Sertifikat.



BINJAI (  Humas)  : Ka Kemenag Binjai H. Al Ahyu, MA selaku dewan pembina Badan Wakaf Indonesia ( BWI) Kota Binjai, mengemukakan , banyak aset wakaf, khususnya berupa tanah yang diserahkan pewakaf, sebagian besar tidak dilengkapi dokumen resmi sertifikat wakafnya dari pejabat berwenang. Sehingga banyak aset wakaf beralih fungsi dan dikuasai pihak loain yang ingin menguasai kepemilikan wakaf, akibat tak jelas dokumen dan sertifikat wakaf. Dilantiknya BWI Kota Binjai oleh pengurus BWI Prov. Sumut , , Rabu ( 25/11) di Pendopo Umar Baki, diharapkan penglolaan wakaf yang kurang propesional, aset wakaf tak terurus, tidak produktif serta tidak terinvetaris bisa diperbaiki ,agar  aset wakaf terdata dengan baik,,sehingga tidak menimbulkan silang sengketa.

Al Ahyu menyebutkan data tanah wakaf di Binjai 311 persil dengan luas 395.547 M2. Sudah sertifikasi 302 persil atau 377.588 M2. Belum di sertifikat 9 persil dengan luas 17.959 M2. Ketua BWI Sumut Yasir Nst dan Pj. Wali Kota Binjai Ir. Riadil Akhir Lubis, berharap, peran BWI di kota Binjai dapat memberikan kepercayaan kepada pewakif, agar aset wakaf tidak mudah dialih fungsikan. Serta BWI  lebih berperan agar masyarakat menyerahkan wakaf untuk kegiatan perekonomian  syariah. BWI juga sangat menghargai umat islam yang menyerahkan wakafnya dan pada acara pelantikan Ketua BWI Binjai Sudianto disaksikan ketua BWI Sumut M. Yasir Nst, menyerahkan penghargaan kepada pengusaha muslim H. Adi Mariadi yang menyerahkan wakafnya kepada BWI. Pengurus BWI Binjai yang dilantik terdiri ketua H. Sudianto, MA, wakil; Ketua Jafar Sidiq, SAg, Sekertaris Rajo Aman,  serta bidang-bidang.