APBD Kota Binjai TA 2014 Rp 902 Miliar

Binjai (Humas)
Rapat  paripurna  DPRD Kota Binjai  menyetujui  Rancangan  Anggaran Pendapatan  dan Belanja Daerah kota Binjai Tahun 2014  sebesar   902 miliar, Selasa (11/2)  di ruang rapat dewan. Rapat paripurna dipimpin oleh ketua  DPRD Zainuddin Purba SH dihadiri  Wakil Walikota Timbas Tarigan SE, sekda  H Elyuzar  Siregar MHum, dan para pimpinan   SKPD.     

APBD  Kota Binjai tahun 2014 dengan rincian  pendapatan  daerah sebesar Rp. 809   miliar, anggaran  belanja sebesar Rp. 902 miliar terdiri dari belanja  tidak  langsung  Rp. 474 miliar, belanja tidak langsung 428 miliar  atau terdapat defisit  belanja  sebesar Rp. 93 miliar  yang ditutupi dengan  pembiayaan.

           

Setelah  persetujuan   bersama  antara  DPRD dengan pemko Binjai, APBD Kota Binjai   akan disampaikan  kepada  Gubernur Sumatera Utara untuk  dievalusi  dan selanjutnya  ditetapkan menjadi peraturan daerah.  

Wakil walikota  Binjai Timbas Tarigan dalam   sambutannya   menyampaikan terimakasih kepada semua pihak   yang terlibat dalam  selama  penyusunan    APBD Kota Binjai.

Menurut  Timbas Tarigan  pada tahun 2014  pemko Binjai  tetap menitikberatkan   kepada pembangunan  yang menyentuh   kebutuhan masyarakat   sesuai misi pembangunan. Dengan terbatasnya  anggaran,  pemerintah  kota Binjai  dituntut   untuk lebih kreatif  dan inovatif serta  memperhitungkan  efektifitas   dan efisiensi  penggunaan  anggaran   dalam melaksanakan  program  dan kegiatan   pada setiap SKPD.

Ditambahkannya   terbatasnya  anggaran  mengakibatkan  masih ada  aspirasi  atau harapan masyarakat  yang belum terakomodir. Namun Pemko Binjai berupaya  berbuat lebih baik  dan semaksimal mungkin  sehingga  masyarakat  yang sejahtera dapat terwujud.

Disetujuinya APBD Kota Binjai membawa  kabar  gembira  bagi para kepala lingkungan  se-Kota Binjai. Sebab  honor kepling  yang sebelumnya hanya  Rp.400 ribu perbulan   tahun ini naik menjadi Rp.600  ribu perbulan. Dengan  kenaikan ini diharapkan akan lebih meningkatkan kinerja para kepling.