80 Ha Lahan HGU PTPN II Di Tunggurono Dan Bhakti Karya Diserobot.

BINJAI ( Humas ) : 80 ha lahan HGU PTPN II di Kelurahan Tunggurono Kec. Binjai Timur dan Kelurahan Bhakti Karya,Kec. Binjai Selatan diserobot dijadikan lokasi galian C . Direksi operasional PTPN II Marisi Butar Butar melalui surat No. 20/X/839/X/2016 dikirimkan kepada Wali Kota Binjai, Kapolres Binjai dan Kapolresta Medan minta galian C ilegal di lokasi HGU PTPN II dihentikan, sebab sampai saat ini masih berlangsung dan PTPN II juga sudah membuat pengaduan kepada Polri.

Kabag Humas Pemko Binjai Hendrik Tambunan menjelaskan, Rabu( 23/11), masalah penyerobotan dan penggarapan lahan PTPN II di Kelurahan Tunggurono,Kec. Binjai Timur dan Kelurahan Bhakti Karya, Kec. Binjai Selatan sesuai surat Direksi PTPN II sudah dibahas unsur FKPD kota Binjai, Senin ( 21/11) di balai kota. Rapat dipimpin Wali Kota Binjai HM Idaham dihadiri Kapolres Binjai AKBP M. Rendra Salipu, Dan Dim 0203 Langkat, Perwakilan Dinas Pertambangan Prov. Sumut dan Satpol PP Prov. Sumut serta pihak PTPN II, diwakili manajer kebun Bulucina dan Sei. Semayang M. Situmorang, menyatakan pihak Polres Binjai dan Pemko Binjai siap mengamankan areal HGU PTPN II di Tunggurono dan Bhakti Karya. Perwakilan Dinas Pertambangan Prov. Sumatera Utara yang hadir di rapat FPKD menegaskan, pihaknya tidak ada memberikan izin galian C di Tunggurono dan Bhakti karya, berarti galian C itu ilegal.

Wali Kota Binjai HM Idaham menegaskan penertiban lahan HGU PTPN II di kota Binjai tidak ada politisasi, semua masalah akan dilalui sesuai prosedur hukum guna mengembalikan aset negara yang dikuasai tanpa izin. Kapolres Binjai AKBP M.Rendra Salipu minta pihak PTPN II harus siap menguasai lahan ketika sudah diamankan. Saliput minta jangan ada lagi lahan ditelantarkan yang bisa digarap masyarakat. Menurut M. Situmorang, PTPN II sudah memprogram melakukan penanaman kembali lahan dengan tebu pada 2018. Masa transisi sebelum dilakukan penanaman tebu, manajer kebun Bulucina/Sei. Semayang,M. Situmorang , PTPN II akan bekerja sama dengan kelompok tani yang resmi, TNI dan Polri memanfaatkan lahan HGU PTPN II itu dengan tanaman holtikultura , padi atau jagung yang diperhitungan bisa dua kali panen.