2 Ribu Siswa Binjai Berikrar Menunda Usia Perkawinan

Binjai, (Humas)
 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Utara ke 66 sebanyak 8 Kabupaten/Kota menggelar acara gebyar genre ikrar menunda perkawinan yang akan di catat ke dalam rekor Musium Indonesia (Muri).
 
Salah satu Kabupaten/Kota yang menggelar acara gebyar genre tersebut adalah Kota Binjai, sebanyak 2 ribu siswa tingkat SLTP dan SLTA berikrar menunda perkawinan usia muda bertempat di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Sabtu (26/4) pagi.
 
Walikota Binjai HM Idaham SH MSi dalam arahannya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar atas kerjasama BKKBN dan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang telah menyelenggarakan gebyar genre ikrar menunda usia perkawinan dengan tema katakan tidak untuk menikah muda.
 
“Dengan terselenggaranya acara ini saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas penyelenggaraan gebyar genre ini demi terwujudnya generasi muda penerus bangsa yang berkualitas, dengan menunda usia  perkawinan,” kata Idaham.
 
Para pelajar harus bisa mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan yang lebih baik, tentunya dengan tidak terjerumus kepada kegiatan-kegiatan negatif yang dapat menghancurkan masa depan.
 
“Kalian adalah generasi muda penerus bangsa, generasi emas yang harus di persiapkan untuk Indonesia ke depan, dan saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat diterapkan kepada kehidupan dan jangan hanya dijadikan acara seremonial saja, semoga kegiatan ini dapat terus ditingkatkan, sehingga kita bisa mengatur angka kelahiran, khususnya di Kota Binjai,” pinta Idaham.
 
Dengan ikrar genre mengarahkan kepada potensi generasi muda untuk berkonsentrasi kepada pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sangat positif yakni belajar, berinovasi dan berkarya dimasa muda dengan tidak terjerumus kepada gaya hidup yang negatif.
 
Generasi muda harus dapat merencanakan masa depan yang harusnya dimulai dari sekarang, sehingga generasi muda penerus bangsa dapat berbuat, berkarya dan berinovasi untuk bagsa dan negaranya.
 
“Genre adalah generasi muda yang berencana , dimana generasi muda yang sangat smart dan cerdas, diharapkan mereka mulai dari sekarang mampu mengelola dan menata bagaimana kehidupannya kedepan, tidak hanya untuk menunda perkawinan dini tapi juga tidak terlibat narkoba , seks bebas dan mereka mampu merencanakan kehidupannya kedepan sehingga mereka menjadi generasi muda yang dapat membawa Indonesia menjadi Negara maju di tahun 2045,” harap Idaham.
 
Ketua TP PKK Kota Binjai Lisa Andriani Idaham yang juga sebagai Ketua Umum Penyelenggara kegiatan gebyar genre, mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak, khususnya BKKBN Pusat, Pemprovsu dan Pemko Binjai atas dukungan yang diberikan.
 
gebyar genre dengan ikrar menunda usia perkawinan sangat sinergis dengan program pokok PKK, khususnya program perumahan dan tata laksana rumah tangga, program kesehatan dan program perencanaan sehat.
 
Menunda usia perkawinan sejalan dengan maksud perencanaan masa depan yang lebih baik, demi mewujudkan kesehatan ibu dan bayi ketika sudah berumah tangga, serta pengupayaan terciptanya kesehatan ibu, anak dan keluarga melalui sebuah perencanaan kesehatan.
 
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan pemahaman bagi para pelajar selaku generasi muda untuk menyusun perencanaan yang lebih matang dalam perkawinan, dimana usia perkawinan minimal untuk perempuan 22 tahun dan usia minimal untuk pria 25 tahun,” ungkap Lisa.
 
Dikahir acara Walikota Binjai memberikan tabungan pendidikan Bank Sumut dengan nilai 500 ribu perorang kepada 15 siswa yang diundi melalui lucky draw.