PORTAL PEMERINTAH KOTA BINJAI
www.binjaikota.go.id
20cucitangan.jpg

08

Nov 2017

Cuci Tangan Pakai Sabun Turunkan Angka Kematian Penderita Diare

By: binadm1n | Tag: binjai | Dibaca: 25 kali


Binjai (Humas Pemko)
Ratusan pelajar Sekolah Dasar mengikuti kegiatan mencuci tangan secara serentak yang dilaksanakan dalam rangka peringatan hari cuci tangan pakai sabun se-dunia Kota Binjai tahun 2017, di halaman SD Negeri 024972 kelurahan Tanah Merah, Binjai, Senin (6/11). Kegiatan cuci tangan mengusung tema “ Tangan Kita Masa Depan Kita, dihadiri Wakil Walikota H. Timbas Tarigan SE, ketua TP PKK Hj. Lisa Andriani M Idaham.
Wakil Walikota Timbas Tarigan mengatakan melalui peringatan hari cuci tangan sedunia diharapkan dapat mendorong dan memotivasi kita semua untuk mencuci tangan dengan benar. Dengan membiasakan diri mencuci tangan memakai sabun dengan air bersih dan mengalir dapat menurunkan angka kematian balita yang disebabkan oleh penyakit seperti diare dan mencegah penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.
“Kepada orangtua dan guru –guru pengajar, saya berpesan untuk selalu mengingatkan anak-anak mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun, “ papar Timbas Tarigan.
Timbas juga berharap penyediaan sarana dan prasarana air bersih, sanitasi serta tempat cuci tangan dalam jumlah yang lebih memadai di sekolah, kantor dan tempat umum lainnya.
Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani M Idaham mengatakan lebih 5 ribu balita penderita diare meninggal setiap hari di seluruh dunia akibat kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang memadai.
“Hasil penelitian menyatakan bahwa dengan mencuci tangan pakai sabun, efektif mengurangi atau menurunkan penularan diare, ISPA dan penyakit infeksi lainnya. Bahkan dapat mengurangi angka kematian yang terkait penyakit diare hingga hampir 50 persen, “ kata Lisa.
Diungkapnya, dipilihnya sekolah dasar sebagai lokasi peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia karena anak sekolah adalah asset pembangunan masa depan, perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya.
“Sekolah merupakan tempat pembelajaran, jika tidak dikelola dengan baik dapat terjadi penularan penyakit , karena anak usia sekolah sangat rawan terhadap masalah kesehatan,” ungkap Lisa.