PORTAL PEMERINTAH KOTA BINJAI
www.binjaikota.go.id
34padi.jpg

10

Aug 2017

Walikota Tanam Padi Binjai Bersama Forkopimda

By: binadm1n | Tag: binjai | Dibaca: 30 kali

Binjai (Humas Pemko)

Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi, didampingi Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Lubis segenap unsur Forkopimda, antara lain Kapolres, AKBP Mohamad Rendra Salipu, Dandim 0203 /Langkat Letkol Arh Dedy Rahmanto, SKPD, Ka Kejari Wilmar Ambarita dan para petani, menanam padi Binjai berbasis organik, di Kelurahan Bakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Selasa (8/8) sore.

Di tengah guyuran hujan deras Walikota beserta jajaran, sangat antusias menanam padi Binjai, turut disaksikan oleh masyarakat setempat.

Walikota Binjai, HM Idaham, usai menanam padi mengatakan, seluruh unsur Muspida hadir disini untuk ikut menanam padi, yang mana beras Binjai sudah dilakukan ujicoba sebelumnya, selama lima bulan sudah dikonsumsi, dan ternyata beras ini cukup baik dan memiliki daya saing yang tinggi kualitas berasnya.

"Kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa saat ini Binjai sudah memiliki beras yang diberi nama beras Binjai, Pemko Binjai dan Muspida telah mengumpulkan para petani sawah untuk secara bersama-sama menanam beras Binjai, dan kita berharap beras Binjai ini bisa di kenal di Indonesia bahkan mendunia," tutur Idaham.

Lebih lanjut Walikota mengatakan, nantinya dilokasi ini lebih kurang seluas 30 hektar akan di tanam beras Binjai yang mempergunakan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO). Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan para petani.

"Dengan sistem tanam menggunakan IPAD-BO ini harga gabah akan naik lebih dua kali lipat dari harga biasa, sehingga pendapatan petani juga akan meningkatkan," ucap Walikota.

Tanam padi bersama ini juga bertujuan untuk mengenalkan cara tanam yang baru kepada para petani, bahwasannya Binjai sudah memiliki inovasi terbaru menanam padi dengan menggunakan IPAD-BO.

Walikota menjelaskan keuntungan yang akan diperoleh dengan menanam padi Binjai yaitu jumlah tonase hasil panen yang lebih banyak, biasanya dengan luas satu hektar tanah akan menghasilkan padi sebanyak 6 ton, namun dengan menggunakan sistem tanam IPAT-BO ini bisa menghasilkan gabah antara 8 sampai 10 ton.

Keuntungan yang kedua, padi Binjai termasuk ke dalam beras kelas premium, sehingga harga gabah akan lebih tinggi. Pemko Binjai berencana akan membuat satu program bahwa nantinya petani tidak menjual gabah, tetapi akan menjual beras, dan Pemko Binjai akan memberikan subsidi kepada petani agar pendapatan petani meningkat.

"Kita berharap ini menjadi salah satu komoditi unggulan Binjai, dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Binjai. Sebelum melakukan tanam padi bersama ini kita sudah melakukan uji coba dengan menjual beras ke pasar, dan hasilnya Alhamdulillah cukup mendapat respon yang positif dari masyarakat," ungkap Walikota.